VITA School Gandeng BPBD Kota Surabaya Gelar Edukasi dan Simulasi Tanggap Bencana
News
SURABAYA – Guna meningkatkan kesiapsiagaan dan pengetahuan kebencanaan sejak dini, VITA School menggelar kegiatan simulasi dan edukasi tanggap bencana pada Selasa (29/9/2026). Acara yang berlangsung di lingkungan sekolah ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi edukasi yang ditujukan bagi seluruh siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) VITA. Dalam sesi ini, tim BPBD Kota Surabaya memberikan pembekalan materi mengenai jenis-jenis potensi bencana, langkah penyelamatan diri, hingga prosedur mitigasi saat situasi darurat terjadi.
Usai mendapatkan pemaparan materi, para siswa langsung dilatih melalui simulasi bencana secara serentak. Simulasi dirancang saat kegiatan belajar mengajar (KBM) tengah berlangsung di dalam kelas. Saat tanda bahaya dibunyikan, para siswa SD dan SMP bersama guru pendamping secara sigap mempraktikkan langkah-langkah evakuasi mandiri, seperti berlindung di bawah meja dan bergerak menuju titik kumpul secara tertib dan aman.
Perwakilan dari Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Surabaya, Novel Afiyatan Al Harti, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini dan menekankan pentingnya edukasi bencana bagi warga sekolah.
"Tentunya kami berterima kasih sekali karena telah meluangkan waktunya untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi dan simulasi bencana. Menurut saya kegiatan ini sangat penting sekali ya, mengingat informasi yang sudah beredar terkait dengan bencana atau potensi bencana yang akan dialami oleh warga yang ada di Surabaya," ujar Novel.
Ia juga berharap para siswa dapat menyebarluaskan pengetahuan yang telah diperoleh kepada lingkungan sekitar agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi situasi darurat.
"Tentunya pesan-pesan saya, anak-anak setelah mendapatkan pelatihan ini, saya harap ilmunya untuk dibagikan atau di-*share* ke orang-orang terdekatnya. Entah itu orang tua, tetangga, kemudian teman main di rumah, supaya apa? Supaya informasi ini tersebar dan tahu kira-kira apa yang harus dilakukan ketika bencana tersebut terjadi. Kita tahu apa yang harus dilakukan, misalnya ada gempa kita harus berlindung, misalnya ada kebakaran berarti kita harus keluar," pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya siaga bencana dapat terbentuk kuat di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas, sehingga kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat dapat terus ditingkatkan.
Penulis: Nathan Tidiend Haripraditya
Stay Updated
Get all the updates and latest news in one place.
Indonesia
English