VITA JUNIOR HIGH GELAR WORLD WITHOUT BORDERS: AJAK SISWA KENALI MITIGASI BENCANA DAN TANTANGAN GLOBAL

News

by Admin wwb,juniorhigh

Surabaya, 30 Oktober 2026 – Dalam rangka menyiapkan siswa yang siap bersaing di kancah global, VITA Junior High menggelar World Without Borders (WWB). Acara yang berlangsung di  Ground Floor VITA School Lighthouse Campus 2 mengambil tema Disaster Resilience & Mitigation.

Tema  tersebut dipilih guna mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus memperluas wawasan mengenai berbagai tantangan bencana yang dihadapi negara-negara di dunia

Tahun ini, WWB memilih 15 negara yang memiliki kerentanan terhadap bencana alam. Melalui proyek ini, siswa kelas 9 melakukan riset mengenai jenis-jenis bencana, faktor penyebab, serta strategi mitigasi yang diterapkan di masing-masing negara. 

Hasil pembelajaran tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk pameran edukatif yang memungkinkan pengunjung mengenal lebih jauh karakteristik dan upaya penanggulangan bencana di berbagai belahan dunia.

Kepala Sekolah VITA Junior High Lau Carina Febriany menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengasah keterampilan riset sekaligus kemampuan berbahasa Inggris siswa. 

“Selain mengasah kreativitas dan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk  melatih kemampuan berbahasa Inggris,” kata Lau.

Ia menambahkan “Lewat kegiatan ini, siswa diajak untuk berpikir kritis dalam memilah informasi serta mampu menerapkan langkah mitigasi bencana dalam kehidupan sehari-hari.”

Pemilihan Disaster-Prone Countries juga bertujuan untuk memperluas perspektif siswa terhadap berbagai pendekatan penanggulangan bencana di tingkat global. Firsty Viriani, guru Bahasa Inggris VITA Junior High, menjelaskan bahwa melalui proyek ini, siswa dapat membandingkan strategi mitigasi yang diterapkan negara-negara lain dengan kondisi di Indonesia.

“Harapannya, setelah mengikuti proyek ini, siswa memiliki kesadaran yang lebih baik dan menjadi pribadi yang lebih tanggap serta peduli terhadap situasi di sekeliling mereka, terutama dalam hal kesiapan menghadapi bencana yang dapat terjadi tanpa terduga. Semoga apa yang telah mereka pelajari dapat menjadi bekal yang bermanfaat,” ungkap Firsty.

Salah satu hasil proyek yang ditampilkan adalah booth negara Turki, yang dipresentasikan oleh Akiko Liana Ong, siswa kelas 9 VITA Junior High. Dalam proyek ini, Akiko mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai informasi mengenai Turki, termasuk risiko bencana yang dihadapi negara tersebut serta strategi mitigasi yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat setempat.

“Dalam proyek World Without Borders, kami membuat booth yang berisi berbagai informasi mengenai negara yang telah ditentukan. Saya mendapat kesempatan untuk mempelajari Turki, termasuk berbagai risiko bencana yang dihadapi negara tersebut serta upaya mitigasinya. Saya belajar bahwa pemerintah dapat berperan melalui pemberian bantuan dan pembangunan fasilitas penyelamatan, sementara masyarakat dapat turut berkontribusi melalui workshop dan peningkatan kesadaran akan kesiapsiagaan bencana,” jelas Akiko.

Booth tersebut juga memperlihatkan berbagai strategi mitigasi yang dapat dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat. Mulai dari penerapan standar bangunan yang lebih aman, modernisasi infrastruktur, dan sistem pemantauan bencana, hingga edukasi publik serta penguatan kapasitas komunitas. Melalui perbandingan tersebut, pengunjung diajak memahami bahwa kesiapsiagaan dan mitigasi merupakan tanggung jawab bersama.

 

Melalui World Without Borders, VITA Junior High terus mendorong pembelajaran yang melampaui ruang kelas. Dengan mengintegrasikan kemampuan berbahasa Inggris, keterampilan riset, dan pemahaman terhadap isu-isu global, siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang kritis, berwawasan luas, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.




Stay Updated

Get all the updates and latest news in one place.


AKSEN FOOTER